image

Mengapa Organisasi Perlu Blue print

PERTAMA :  Apakah kita tahu kemana arah organisasi kita saat ini?

Banyak organisasi yang tidak jelas apa yang mereka ingin capai di dalam beroganisasi. Hal ini akan mengakibatkan dalam mengarahkan team ataupun siapapun yang ada dalam organisasi tersebut juga jadi tidak jelas.

KEDUA :  Bagaimana dengan  aturan ataupun ketentuan yang disepakati untuk  dilakukan?

Jika aturan ataupun ketentuan yang disepakati tidak jelas atau bahkan tidak ada, maka organisasi tersebut tidak ada batasan yang harus dilakukan, sehingga semua orang yang ada di dalamnya mempunyai aturan sendiri-sendiri sehingga tidak terintegrasi dan tersistemasi secara baik. Akibatnya akan susah untuk dibuat ukurannya.

KETIGA :  Apakah dalam organisasi tersebut dapat diukur segala sesuatunya?

Jika Anda tidak dapat mengukur, maka Anda tidak dapat untuk mengaturnya”, itulah yang dikatakan oleh Peter F. Drucker. Segala sesuatu yang anda lakukan di dalam organisasi haruslah ada alat ukurnya, dan itu harus dipahami dan diketahui oleh orang yang melakukannya dan orang yang mengawasinya.

KEEMPAT:  Siapa yang bertanggung jawab?

Dalam sebuah organisasi ataupun departemen haruslah jelas siapa yang memimpinnya, sehingga semua yang dilakukan ada seseorang yang mengawasi ataupun mengontrolnya, sehingga semua lini atau bagian ada rantai tanggungjawab yang jelas dan ada yang mengarahkan.

KESIMPULAN :

Jadi dari ke-empat hal di atas dapat disimpulkan, kita harus memiliki :
1. TUJUAN
2. ATURAN
3. UKURAN.

4. TANGGUNG JAWAB.

TUJUAN

Tujuan dalam suatu organisasi dapat berupa tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Dalam melakukan arah kerja organisasi terkadang sebuah organisasi hanya mempunyai tujuan untuk menciptakan kaderisasi yang maksimal. Perlu kita pahami bersama bahwa kaderisasi adalah hasil dari apapun aktivitas yang kita lakukan dalam organisasi, dan hasil tidak akan dapat berubah jika kita tidak pernah merubah apapun yang kita lakukan di dalam menjalankan organisasi.

VISION

Adalah tujuan jangka panjang yang mutlak harus dimiliki oleh organisasi, dan sifatnya adalah suatu tujuan yang ingin dituju oleh organisasi yang tidak diketahui kapan organisasi akan mendapatkannya. Visi haruslah dapat memberi inspiratif dan motivasi bagi semua orang yang ada dalam organisasi tersebut.

MISSION

Visi harus dapat diturunkan kedalam beberapa misi. Misi ini haruslah sangat dimengerti dan diketahui oleh semua orang yang ada di organisasi khususnya pengurus inti dalam sebuah organisasi sehingga semua orang mengarah ke tujuan yang sama untuk mencapai visi yang diinginkan.

GOALS

Misi sebaiknya dibagi menjadi beberapa GOALS yang dapat dicapai dalam jangka waktu yang lebih pendek dan secara bertahap. Jika visi dan misi sebaiknya tidak berubah dalam jangka waktu yang pendek, maka goal ini jangka waktunya bisa 1 tahun, 6 bulan bahkan per-3 bulan
Dalam menyusun goal haruslah  : 

SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Time bound) jadi perhatikan kriteria tersebut dalam menyusun goal sehingga jelas dan akurat hal yang ingin dicapai secara bertahap.

ACTION PLANS

Goal yang ditetapkan secara periodik haruslah dijabarkan dalam ACTION PLAN atau rencana kerja yang jelas,sehingga dalam melakukannya dapat diketahui oleh semua orang tahapan yang harus dilalui untuk mencapainya.

Goal
dan action plan inilah yang dapat selalu berubah secara periodik, sehingga secara bertahap misi yang dilakukan dibagi dalam beberapa goal, menuju visi yang diinginkan oleh organisasi.

Yang Harus Diperhatikan 

1.CULTURE
2.ATTITUDE
3.PERSONALITY

Bagaimana jadinya jika sebuah organisasi tidak memiliki budaya yang harus selalu dihormati oleh seluruh orang yang ada di organisasi? Culture sangat penting dan selayaknya ada dalam sebuah organisasi yang memiliki banyak kepribadian yang berbeda di dalamnya.


ATURAN

1.SOP (Standard Operational Procedure) ini adalah standar operasi yang harus disepakati oleh anggota dalam menjalankan organisasi
2.PERATURAN ORGANISASI yang mengatur sesuatu hal yang bersifat umum (biasanya diatur dalam AD/ART, ataupun peraturan lain dibawahnya)
3.JOB DESC, berfungsi sebagai batasan tanggung jawab dan wewenang dalam melakukan pekerjaan sebagai pengurus organisasi
4.CASH FLOW BUDGET : pengeluaran harus berdasarkan dari rencana anggaran yang telah ditetapkan.

BALANCE SCORE CARDS, yaitu suatu alat ukur yang dimiliki untuk keseimbangan antara, anggota  diluar pengurus, pengurus, Internal proses kerja khususnya pengurus organisasi dan People, anggota  diluar pengurus yang selalu dipantau agar tujuan dapat dicapai.

UKURAN

KPI (Key Performance Indicator) yang merupakan target ukuran pencapaian untuk masing-masing performance kerja yang ada dalam organisasi. Biasanya setiap unit kerja atau professional memiliki paling banyak 3 KPI untuk dipakai sebagai ukuran pencapaian kinerja.

Hal-hal yg harus diperhatikan kenapa pengurus organisasi tidak mencapai KPI yang telah ditentukan :
- KNOWLEDGE yang cukup atau bahkan kurang
- PASSION terhadap pekerjaannya
- INTENTION  (tidak terarah)
  • 2016-09-26 10:06:49
  • Admin