image

I. Pendahuluan

1.1 Pengetahuan dan ilmu berkaitan dengan kepencintaalaman

Segala hal yang berkaitan dengan kepencintaalaman merupakan pengetahuan dan ilmu, tak terkecuali hal-hal yang telah menjadi kebiasaan.Pengenalan dan pengembangan pengetahuan dan ilmu kepencintaalaman ini menggunakan metode ilmiah, yang memiliki dua pendekatan utama :
1. pendekatan rasional, pendekatan ini menggunakan pola berpikir deduktif, yaitu mengemukakan keterangan-keterangan berdasar teori/pendapat yang telah ditemukan sebelumnya (berdasarkan rujukan).
2. pendekatan empiris, pendekatan ini menggunakan pola berpikir induktif, yaitu mengemukakan fakta-fakta (berdasarkan hasil penelitian lapangan).

1.2 Karya tulis GPA

Untuk pelestarian pengetahuan dan ilmu kepencintaalaman, sehingga dapat digunakan oleh anggota GPA, organisasi pencinta alam lain dan masyarakat luas, disusunlah dokumentasi ilmu, yang lazim disebut dengan karya tulis GPA. Jadi karya tulis GPA adalah dokumen tentang ilmu kepencintaalaman yang diperoleh melalui metode penelitian, baik secara rasional maupun empiris.

1.3 Peranan karya tulis GPA

Dari penelitian tentang pengetahuan dan ilmu kepencintaalaman ini dapat menghasilkan suatu penemuan yang sangat berharga jika disebarluaskan. Disini karya tulis GPA memegang peranan penting sebagai alat komunikasi dan penyebarluasan yang efektif dan efisien.

1.4 Ciri-ciri karya tulis GPA

Jika dibandingkan dengan karya tulis ilmiah/karangan ilmiah lainnya, karya tulis GPA memiliki perbedaan sebagai berikut :
1. Materi yang dibahas adalah materi kepencintaalaman, konservasi lingkungan hidup dan materi-materi yang berhubungan dengan organisasi GPA2. Permasalahan tidak terlalu luas, tetapi spesifik.Sedangkan ciri-ciri lainnya sama dengan karya tulis ilmiah, yaitu: 

1. 
Mendalam/tuntas
2. Objektif
3. Sistematis
4. Cermat
5. Lugas
6. Berlaku umum
7. Menggunakan bahasa baku, tepat, ringkas dan jelas

1.5 Tujuan penulisan karya tulis GPA

Tujuan penulisan karya tulis GPA ini adalah :
1. Anggota muda dapat berpikir secara sistematis
2. Anggota muda dapat menuangkan pokok-pokok pikirannya ke dalam suatu tulisan yang baku dan terstruktur
3. Anggota muda dapat mengerti dan menguasai proses penyusunan karya tulis
4. Anggota muda dapat mengerti dan menguasai isi karya tulis

II. 
Langkah-langkah Penyusunan Karya Tulis GPA

2.1 
Memilih pokok bahasan (masalah)

1. Topik
Topik adalah sesuatu yang menjadi pokok bahasan, biasanya diungkapkan dalam kata/ kelompok kata benda atau yang dibendakan, misalnya “konservasi” atau “perhitungan kebutuhan kalori”.

2. Tema
Tema adalah topik yang telah terbatas dan jelas arahnya, atau topik yang sudah mengandung tujuan.

Berikut adalah contoh pengembangan topik menjadi tema :
Topik : Perhitungan Kebutuhan Kalori
Tujuan pembahasan : Mencari cara yang tepat untuk menghitung kalori yang dibutuhkanuntuk atlet ekspedisi panjat tebing
Tema : Penghitungan Kalori yang Dibutuhkan Atlet Ekspedisi PanjatTebing Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

3. 
Tesis
Jika tema diungkapkan dalam bentuk kalimat maka disebut tesis, Contoh : Kebutuhan kalori yang dibutuhkan atlet ekspedisi panjat tebing berdasarkan umur dan jenis kelamin didapatkan dari perhitungan.

4. 
Ungkapan maksud
Kadang-kadang tema diungkapkan agak terurai sehingga penggunaannya merupakan suatu paragraf. Bentuk tema ini disebut ungkapan maksud.
Contoh : Ekspedisi panjat tebing merupakan salah satu ekspedisi yang membutuhkan perencanaan matang. Persiapannya meliputi persiapan fisik, mental dan materi. Untuk mendukung persiapan fisik atlet ekspedisi, disusunlah suatu penghitungan kalori yang dibutuhkan atlet, yang bersumber dari makanan. Perhitungan kebutuhan kalori ini tergantung kepada jenis kelamin dan usia.

5. 
Judul
Tema dapat dinyatakan dalam bentuk kelompok kata, yang biasanya diangkat menjadi judul karangan. Tema pada contoh di atas merupakan kelompok kata dan dapat diangkat menjadi judul karangan. Contoh : Penghitungan Kalori yang Dibutuhkan Atlet Ekspedisi Panjat TebingBerdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

2.2 
Menyusun Kerangka Organisasi Karya Tulis

Kerangka karangan adalah rencana karya tulis secara garis besar, baik organisasi maupun isinya. Fungsinya adalah untuk membantu penulis agar dapat mengungkapkan ide-idenya secara terinci dan sistematis baik menurut urutan maupun tingkatan idenya.
Kerangka ini juga dapat berfungsi sebagai pedoman untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, baik dari pustaka, lapangan atau laboratorium.
Ada dua cara penyusunan kerangka karangan :
1. Cara langsung
Dengan cara ini, ide-ide utama yang akan dikemukakan dalam karya tulis langsung disusun menurut urutan dan tingkatannya pada bab-bab karya tulis
2. Cara bertingkat
Penyusunan kerangka dengan cara bertingkat melalui beberapa tahap :
(i) curah ide (brain storming) atau inventarisasi ide. Semua ide yang berkaitan dengan judul dan tujuan ditulis tanpa disaring dengan cermat
(ii) pengoreksian dan penyempurnaan ideIde-ide yang ada dikoreksi, dan dilengkapi jika ada yang perlu ditambahkan
(iii) pengelompokan ideIde-ide ini dikelompokkan menurut jenis dan tingkatannya, dan diusun menurut bab dan anak bab. Setiap bab dan anak bab diberi judul sesuai dengan jenis ide yang dikemukakan dalam bab dan anak bab tersebut.

III. 
KERANGKA KARYA TULIS DAN PENJELASANNYA

3.1 
Contoh Kerangka Karya Tulis
Berikut adalah contoh kerangka karya tulis :
I. PENDAHULUAN1.
Latar Belakang dan Rumusan Masalah
1.2 Ruang Lingkup Kajian
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Cara Memperoleh Data
1.5 Sistematika Pembahasan

II. 
DESKRIPSI MASALAH (DATA MENURUT LITERATUR)

III. 
PEMBAHASAN/KOMENTAR PENULIS ATAS DATA YANG DIPEROLEH
IV. SIMPULAN DAN SARAN

3.2 
Penjelasan Organ Karangan
3.2.1 Latar belakang dan rumusan masalah
Latar belakang masalah memuat keterangan-keterangan yang menyebabkan munculnya masalah, dan dapat dijelaskan pentingnya masalah tersebut dikemukakan.Rumusan masalah adalah ungkapan yang dapat menegaskan apa yang menjadi inti persoalan. Biasanya rumusan masalah berupa kalimat-kalimat : apa, mengapa, bagaimana.
3.2.2 Ruang lingkup kajian 
Yang dimaksud dengan ruang lingkup ialah segi-segi masalah yang akan dikaji untuk menjawab/memecahkan persoalan yang diajukan dalam rumusan masalah di atas.
3.2.3 Tujuan penulisan
Disini dikemukakan untuk apa penulis mengemukakan persoalan dan apa yang ingin dicapai penulis dalam membahas masalah tersebut. Tujuannya adalah tujuan objektif, sedangkan tujuan subjektif masuk ke dalam “Prakata” atau “Kata Pengantar”.
3.2.4 Cara Memperoleh Data
Pada bagian ini dicantumkan usaha-usaha penulis untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah yang sedang digarapnya, misalnya mengadakan wawancara, pengamatan, angket, percobaan, dan lain-lain.
3.2.5 Sistematika pembahasan
Pada bagian ini diterangkan bab I berisi pendahuluan, berupa …, bab II berisi …, bab III berisi …, dan seterusnya.
3.2.6 Deskripsi masalah dan tinjauan pustaka
Bagian ini memuat pemerian masalah : artinya memuat gambaran mengenai masalah berdasarkan data yang diperoleh, baik kualitatif maupun kuantitatif. Gambaran ini harus sesuai dengan kenyataan. Deskripsi berupa kumpulan data yang diperoleh dari rujukan-rujukan atau penelitian lapangan/laboratorium. Teori yang digunakan sebagai alat ukur pembahasan masalah diuraikan juga pada bagian ini.
3.2.7 Pembahasan
Di sini penulis mengemukakan komentar, pendapat atau penilaian mengenai segala sesuatu yang dideskripsikan tersebut. Arah pembahasan harus tertuju kepada terjawabnya persoalan yang diajukan dalam rumusan masalah.
3.2.8 Simpulan dan saran
Dalam bab terakhir ini penulis merangkum hasil-hasil pembahasan, dan menarik simpulan secara keseluruhan, yang merupakan jawaban atas persoalan yang dikemukakan dalam rumusan masalah.Saran adalah pendapat penulis yang muncul sebagai konsekuensi/implikasi dari adanya simpulan tersebut. Biasanya penulis menganjurkan tindakan-tindakan selanjutnya setelah persoalan terjawab.

IV. 
MENYUSUN KERANGKA ISI KARYA TULIS
Kerangka isi adalah garis besar mengenai butir-butir yang akan dikemukakan dalam karya tulis. Garis besar ini biasanya meliputi latar belakang, rumusan masalah, pendekatan beserta lingkup kajiannya, dan cara mengumpulkan data.

V. PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara :
1. membaca buku, laporan, koran, internet, dan sebagainya
2. melakukan penelitian lapangan, penelitian laboratorium, dan percobaan
3. melakukan wawancara

VI. KONVENSI NASKAH

6.1 
Organisasi naskah karya tulis
Naskah karya tulis diorganisasikan sebagai berikut :
halaman judulprakata/kata pengantarsari/abstrak
Bagian Pelengkap Awal 
daftar isi
daftar tabel
daftar gambar
daftar lampiran
Bagian Utama Makalah 
bab pendahuluan
bab deskripsi masalah
bab pembahasan
bab simpulan dan saran
Bagian Utama Penelitian 
bab pendahuluan
bab tinjauan pustaka
bab pelaksanaan dan hasil penelitian
bab pembahasan hasil penelitian
bab simpulan dan saran
Bagian Pelengkap Akhir 
daftar pustaka
lampiran
(apendiks)
indeks
riwayat hidup

  • 2016-09-28 15:18:49
  • Admin