image
[Tim Pengembaraan 2006]

Apa yang terjadi ketika manusia mencoba untuk menaklukkan hukum alam, dalam hal ini gravitasi? Membangun roket atau melakukan mutasi gen sehingga manusia bisa terbang, seperti mutan-mutan dalam film X-Men? Ternyata tidak perlu…kami mencoba menaklukkan gravitasi dengan tangan, kaki, tubuh dan kekuatan kami sendiri, meskipun tentu saja dengan bantuan alat-alat.
Ya, tak perlu berkhayal terlalu jauh, kami mencoba melawan gaya tarik bumi dengan memanjat Gunung Parang yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat, suatu lokasi yang penting dalam dunia Panjat Tebing Indonesia.

Rencana kami adalah membuat jalur pemanjatan baru di Gunung Parang, yang mana jalur ini belum dilalui oleh pemanjat lain. Hari Minggu, tanggal 3 Juli 2006, kami _ Giri, Elvis, Pingky, Ivy dan [dC] – berangkat ke Purwakarta. Tentu saja setelah sebelumnya mempersiapkan diri dengan program latihan yang memadai dan merencanakan teknis pemanjatan. Sampai di Basecamp, kami langsung membereskan peralatan kemudian beristirahat, karena besok kami harus mengerahkan seluruh tenaga kami….Mulai Memanjat.

Pada hari pertama pemanjatan, yang menjadi leader pertama adalah Pingky dan Giri menjadi belayer. Ivy dan [dC] bertugas di basecamp, sementara Elvis menjadi pengamat jalur. Pada pukul 07.32 pagi, kami mencoba mencapai Pitch 1. Dari situ, kami melanjutkan pemanjatan sampai Pitch 2. Tanpa mengalami kesulitan, kami pun meneruskan sampai Pitch 3. medannya berupa batuan andesit, dengan kemiringan tebing sekitar 70o sampai dengan 90o dan banyak pepohonan di sekitar jalur pemanjatan. Di pitch 3, kami beristirahat sebentar sambil menyantap makan siang, meskipun masih agak pagi. Setelah kenyang, kami maju terus menuju Pitch 4. Disini terjadi pergantian leader, sekarang Giri yang memanjat duluan. Pitch 5 bisa dicapai pada pukul 13.39, saat matahari terik-teriknya. Sebelum meneruskan ke Pitch 6 kami melakukan pergantian leader dan sekarang Giri menjadi belayer kembali. Karena jalur pemanjatan cukup sulit, kami hanya mencapai Pitch 5 ½ pada pukul 19.50. setelah tiba di titik ini, kami turun dan kembali ke basecamp, untuk beristirahat dan melakukan evakuasi serta briefing untuk rencana esok hari.
   
Keesokan harinya, udara sejuk menyapa kami yang baru bangun tidur. Jam 04.30 kami sudah bergegas, makan pagi dan dan menyiapkan peralatan. Pemanjatan dimulai pada pukul 06.50 dengan Elvis sebagai leader dan Pinky sebagai belayer. Di antara peralatan tak lupa kami sisipkan headlamp, karena rencananya tim pemanjat akan menginap di tebing. Pemanjatan ke Pitch 5 dilakukan dengan cara ascending. Lalu, setelah itu kami bersiap-siap meneruskan perjalanan yang kemarin tertunda, menuju Pitch 6. Setelah beristirahat dan makan siang, kami langsung bergegas kembali, meneruskan aksi melawan gravitasi. Ternyata disini kami mulai menemui kesulitan. Medan yang harus kami lalui adalah roof, tebing berupa atap vertikal. Sedikit musibah juga terjadi. Perbekalan kami yaitu satu buah semangka dan satu jerigen air terjatuh. Pada tengah hari, sisa anggota tim yaitu Ivy, Giri, [dC] melakukan ascending menuju tempat Elvis dan Pinky berada. Tapi, ternyata malam itu kami terpaksa beristirahat di tempat yang berbeda karena keterbatasan kondisi medan. Pada malam hari, Pinky dan Elbis meneruskan memanjat ke Pitch 7, yang berupa shelter, pemanjatan ke Pitch 7. Setelah Giri mengambil perbekalan yang terjatuh kemarin, kami semua meneruskan pemanjatan ke Pitch 7. Kali ini Elvis kembali menjadi leader dan Pinky menajdi belayer. Tanpa beristirahat, kami meneruskan ke Pitch 8, Pitch 9, hingga Pitch 10. Disini kami melakukan pergantian, sekarang [dC] yang memimpin sebagai leader dan Elvis sebagai belayer. Dari pitch 11, Ivy menggantikan [dC] menjadi leader dan dia menjadi belayer. Akhirnya kami sampai di pucak Gunung Parang pada pukul 14.28.

Kami berfoto dengan perasaan senang dan bangga, karena perjalanan kami berhasil dilalui dengan selamat. Berada di Puncak Gunung Parang membuktikan bahwa hanya dengan ketekunan, keyakinan dan bantuan peralatan kami bisa menaklukkan diri kami sendiri – perasaan takut, malas, tak percaya diri dan tak percaya teman, d*** melawan sang gravitasi.
  • 2016-09-10 13:53:31
  • Admin